Copyright © CERITA INSPIRASI DAN MOTIVASI
Design by Dzignine

Kasih Ibu

Suatu hari ada seorang anak yang bertengkar dengan ibunya, pertengkaran tersebut berawal ketika ibu tersebut menasehati anaknya, akan tetapi anaknya merasa terganggu dengan nasihat ibunya, akhirnya terjadilah pertengkaran mulut diantara keduanya. pertengkaran tersebut membuat si anak langsung pergi keluar dan meninggalkan si ibu dirumah. Cuaca pada saat itu sangat panas, setelah berjalan cukup jauh dia berfikir sejenak untuk berteduh di bawah pohon yang cukup rindang. Di dekat pohon rindang tersebut terdapat kedai mie ayam, Perutnya sudah mulai terasa lapar akan tetapi dia baru tersadar kalau dia tidak membawa uang. Ia ingin membeli semangkok mie ayam akan tetapi karena ia tidak membawa uang, ia hanya terdiam sambil sesekali menatap kedai tersebut sambil menahan rasa lapar.

Kisah Guru Bijak dan ketiga muridnya

Pada suatu hari ada seorang guru bijak yang memiliki 3 murid terbaik, dia memberikan sebuah pertanyaan kepada muridnya. Pertanyaan tersebut merupakan sebuah pertanyaan yang amat penting bagi ketiga murid tersebut, karena jawaban dari pertanyaan tersebut menentukan siapa yang kelak tepat untuk menggantikan sang guru. Berikut ini Kisah Seorang Guru Bijak dan 3 Muridnya!

Kisah seorang guru bijak

Disebuah desa, tinggal seorang guru bijak yang sudah tua, Dia mencari seseorang yang dapat menggantikannya untuk dapat meneruskan menjadi seorang guru untuk mengajari kebaikan bagi murid muridnya. Ada 3 murid terbaik yang dipilih untuk menjadi calon penggantinya.
Dalam memilih siapa yang pantas untuk menggantikan guru bijak tersebut, Ke 3 murid tersebut di beri tantangan oleh sang guru untuk menjawab sebuah pertanyaan. Pertanyaan tersebut ialah “Apakah makna kekayaan bagi manusia?”
Untuk menjawab pertanyaan itu, sang guru kemudian mempersilahkan ke 3 muridnya tersebut untuk pergi berkelana mencari jawaban dari pertanyaan tersebut.
Setelah 3 tahun pergi merantau naik turun gunung melewati kampung ke kampung dan juga dari kota ke kota untuk mencari sebuah jawaban yang diberikan oleh gurunya,

Donor

Putriku yang telah dewasa, Sara, dan aku merupakan sahabat baik. Dia tinggal bersama keluarganya di sebuah kota terdekat yang memungkinkan kami berdua untuk sering kali mengunjungi. Di waktu-waktu kami tidak saling berkunjung, kami saling menulis surat atau berbicara lewat telepon.

Ketika dia meneleponku, dia selalu mengatakan, “Hai, Mam, ini aku,” dan aku menjawab, “Hai, Aku, bagaimana keadaanmu hari ini?” Seringkali dia menandatangani suratnya hanya dengan “Aku”. Kadang-kadang aku memanggilnya “Aku” hanya untuk menggodanya.

Lalu tiba-tiba Saraku yang malang meninggal tanpa ada tanda-tanda terlebih dahulu,

Ilustrasi iman

Dari mata airnya yang nun jauh di gunung sana, sebatang sungai mengalir melewati apapun di tebing dan ngarai, akhirnya mencapai padang pasir. Selama ini ia telah berhasil mengatasi halangan apapun dan sekarang berusaha menaklukkan halangan yang satu ini. Tetapi setiap kali sungai itu cepat-cepat melintasinya, airnya segera lenyap di pasir.

Sungai itu sangat yakin, bahwa ia ditakdirkan melewati padang pasir itu, namun ia tidak bisa mengatasi masalahnya Lalu, terdengar suara tersembunyi yang berasal dari padang pasir itu, bisiknya, "Angin bisa menyeberangi pasir, Sungai pun bisa."

KATA-KATA INSPIRASI

Syukuri dan terima keadaan yang terjadi saat ini, 

karena apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok dan apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok.

jika segalanya masih terasa kurang, 

mungkin yang
kurang itu hanyalah kita kurang bersyukur saja.~Anonim